Tetapkan ‘jeda singkat’ setiap beberapa jam kerja: berdiri, ambil minuman, atau berjalan sebentar di sekitar ruangan.

Buat aturan sederhana terkait perangkat digital, misalnya waktu tanpa layar satu jam sebelum tidur atau saat makan.

Gunakan jurnal ringan untuk mencatat tiga hal yang berjalan baik hari itu; tujuan bukan evaluasi, melainkan penanda ritme.

Belajar mengatakan tidak pada undangan atau tugas tambahan ketika itu mengganggu ritme yang sudah direncanakan.

Ritual sore yang konsisten — menata meja, meredupkan lampu, atau menyiapkan pakaian untuk esok — memberi sinyal mental bahwa hari kerja selesai.

Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa membuat tempo terasa lebih sesuai tanpa menimbulkan tekanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *